Pendiri nahdlatul ulama (nu) kiai hasyim asyari sempat berguru kepada kiai khalil bangkalan. kala itu kiai hasyim bukan cuma belajar membaca kitab. kiai khalil memintanya mengurus ternak kambing dan juga sapi.
sesuatu kala kiai hasyim memandang kiai khalil terdiam. santri yang nanti mendirikan ormas islam besar di indonesia itu memberanikan diri bertanya, " terdapat apa pak kiai? " kemudian kiai khalil menanggapi, ia berkecil hati karna cincin istrinya terjatuh di kamar mandi dan juga masuk ke dalam tempat pembuangan akhir.
tanpa berpikir panjang, kiai hasyim muda bergegas masuk ke tempat pembuangan itu tanpa terasa jijik. ia menciptakan perhiasan tersebut dan juga mengembalikannya ke kiai khalil.
masya allah, si kiai senang sekali. kiai khalil kemudian mendoakan, mudah - mudahan kiai hasyim jadi orang yang berguna. ilmunya bermanfaat untuk warga luas.
doa tersebut juga dikabulkan allah. mbah hasyim, sapaan akrab di golongan nahdliyin, merupakan pahlawan karna jasanya menghimpun ulama buat keluarkan fatwa melawan penjajahan belanda yang diketahui dengan resolusi jihad. dia pula diketahui karna mendirikan pesantren tebuireng di jombang, jawa timur.
bila menghadiri beberapa pesantren, hingga siapa juga hendak menciptakan para santri menghormati kiainya. terdapat yang mencium tangan kiai. terdapat pula yang membukakan ataupun membagikan jalur buat mempersilakan kiai ataupun keluarga kiai melalui terlebih dulu.
terlebih lagi tidak cuma membukakan jalur. santri pula berdiri menundukkan kepala hanya buat mempersilakan si guru melalui.
ini merupakan tradisi yang sudah lama terdapat di pesantren, lembaga tarbiyah asli indonesia. trik menghormati guru yang biasa mereka sapa ustaz dalam bahasa arab ataupun kiai dalam bahasa jawa tidak kelewatan.
penghormatan ini bukan karna kiai memiliki lahan pesantren yang luas. bukan pula karna ia kaya. kiai dihormati ribuan, terlebih lagi puluhan ribu santrinya, dan juga warga dekat pesantren, karna ilmunya.
kiai mengarahkan santrinya gramatika bahasa arab, fikih, logika, tasawuf, dan juga banyak lagi. ilmu itu bukan sebatas pengetahuan, tetapi pula membentuk karakter. santri paham, gimana etika menghormati orang tua dan juga muda. mereka mengerti gimana wajib berlagak terhadap teman , tercantum orang asing.
terdapat satu kepercayaan unik di balik tradisi menghormati ini. bahwa tidak menghormati kiai hingga ilmunya tidak berkah. mereka terancam tidak hendak berguna dikala hidup bermasyarakat.
suatu kitab menginspirasi mereka buat menghormati kiai, talimul mutaallim thariqah littaallum. pengarangnya merupakan syeikh azzarnuji. ini merupakan panduan untuk pelajar gimana trik menuntut ilmu.
mereka yang baru aja jadi santri lazimnya menekuni kitab ini. tujuannya buat mempermudah para santri menimba ilmu dengan baik.
satu penggalan dalam kitab itu mengarahkan tentang menghormati guru. di antara lain, santri tidak berjalan di depan gurunya, tidak duduk di tempat gurunya, tidak mengawali bicara kecuali dengan izin guru, tidak bertanya suatu apabila guru lagi capai ataupun bosan, dan juga masih banyak lagi.
syeikh azzarnuji menuliskan, salah satu ketentuan sukses menuntut ilmu merupakan memperoleh keridhaan guru. kiai hasyim merupakan contoh santri yang sukses memperoleh ridha kiai, sampai - sampai jadi orang besar.
belum lama ini warga menyoroti kepala universal majelis ulama indonesia (mui) kiai maruf amin. alim (orang berilmu) asal banten ini dihardik dalam suatu sidang.
tidak cuma itu, kehidupan individu kiai maruf terpaut pendamping hidupnya, pernah jadi isu di media sosial (medsos). banyak pengguna medsos menjadikan isu ini bagaikan pembicaraan buat merendahkan kiai maruf.
aku mengkhawatirkan, peristiwa tersebut jadi ciri warga saat ini ini tidak dapat menghormati ulama. mereka terasa terdapat figur yang lebih terhormat, beruang, dan juga berjabatan besar, sampai - sampai tidak butuh lagi menghormati ulama.
karna tidak butuh dihormati, terdapat yang terasa tidak butuh lagi meningkatkan gelar kiai, ustaz, habib, saat sebelum menuliskan nama ulama. tidak heran apabila akhir - akhir ini, sebagian media massa tidak mengatakan kiai kala menuliskan nama kiai maruf amin. perihal yang sama pula terjalin kala menuliskan nama habib rizieq shihab dan juga ustaz bachtiar nasir. entah apa sebab di balik itu seluruh.
tidak terdapat salahnya warga modern belajar dari pendahulu. pembelajaran serupa itu menggambarkan penggalan dari sejarah. sejarawan ibnu khaldun menuliskan dalam mukaddimahnya, sejarah tidak cuma cerita masa kemudian. di dalamnya terdapat perumpamaan, pengalaman, dan juga hikmah, buat jadi pelajaran warga dikala ini.
sejarah telah menjadikan islam belajar dari peradaban terdahulu, sampai - sampai jadi besar pada abad kedelapan masehi. sejarah membikin indonesia bergairah buat lepas dari penjajahan, sampai - sampai merdeka pada 1945.
tidak terdapat salahnya warga saat ini ini berulang menekuni sejarah, di antara lain tentang ekspedisi hidup mbah hasyim. salah satu tujuannya merupakan supaya berguna dan juga tidak kualat kepada ulama, kiai, ustaz, ataupun guru, yang telah mencerdaskan banyak orang. ayo bersama belajar.
oleh: wartawan republika, erdy nasrul
(sumber: http:// www. republika. co. id/berita/kolom/fokus/17/02/02/okqrlh282-alasan-mengapa-kita-perlu-menghormati-kiai )
sesuatu kala kiai hasyim memandang kiai khalil terdiam. santri yang nanti mendirikan ormas islam besar di indonesia itu memberanikan diri bertanya, " terdapat apa pak kiai? " kemudian kiai khalil menanggapi, ia berkecil hati karna cincin istrinya terjatuh di kamar mandi dan juga masuk ke dalam tempat pembuangan akhir.
tanpa berpikir panjang, kiai hasyim muda bergegas masuk ke tempat pembuangan itu tanpa terasa jijik. ia menciptakan perhiasan tersebut dan juga mengembalikannya ke kiai khalil.
masya allah, si kiai senang sekali. kiai khalil kemudian mendoakan, mudah - mudahan kiai hasyim jadi orang yang berguna. ilmunya bermanfaat untuk warga luas.
doa tersebut juga dikabulkan allah. mbah hasyim, sapaan akrab di golongan nahdliyin, merupakan pahlawan karna jasanya menghimpun ulama buat keluarkan fatwa melawan penjajahan belanda yang diketahui dengan resolusi jihad. dia pula diketahui karna mendirikan pesantren tebuireng di jombang, jawa timur.
bila menghadiri beberapa pesantren, hingga siapa juga hendak menciptakan para santri menghormati kiainya. terdapat yang mencium tangan kiai. terdapat pula yang membukakan ataupun membagikan jalur buat mempersilakan kiai ataupun keluarga kiai melalui terlebih dulu.
terlebih lagi tidak cuma membukakan jalur. santri pula berdiri menundukkan kepala hanya buat mempersilakan si guru melalui.
ini merupakan tradisi yang sudah lama terdapat di pesantren, lembaga tarbiyah asli indonesia. trik menghormati guru yang biasa mereka sapa ustaz dalam bahasa arab ataupun kiai dalam bahasa jawa tidak kelewatan.
penghormatan ini bukan karna kiai memiliki lahan pesantren yang luas. bukan pula karna ia kaya. kiai dihormati ribuan, terlebih lagi puluhan ribu santrinya, dan juga warga dekat pesantren, karna ilmunya.
kiai mengarahkan santrinya gramatika bahasa arab, fikih, logika, tasawuf, dan juga banyak lagi. ilmu itu bukan sebatas pengetahuan, tetapi pula membentuk karakter. santri paham, gimana etika menghormati orang tua dan juga muda. mereka mengerti gimana wajib berlagak terhadap teman , tercantum orang asing.
terdapat satu kepercayaan unik di balik tradisi menghormati ini. bahwa tidak menghormati kiai hingga ilmunya tidak berkah. mereka terancam tidak hendak berguna dikala hidup bermasyarakat.
suatu kitab menginspirasi mereka buat menghormati kiai, talimul mutaallim thariqah littaallum. pengarangnya merupakan syeikh azzarnuji. ini merupakan panduan untuk pelajar gimana trik menuntut ilmu.
mereka yang baru aja jadi santri lazimnya menekuni kitab ini. tujuannya buat mempermudah para santri menimba ilmu dengan baik.
satu penggalan dalam kitab itu mengarahkan tentang menghormati guru. di antara lain, santri tidak berjalan di depan gurunya, tidak duduk di tempat gurunya, tidak mengawali bicara kecuali dengan izin guru, tidak bertanya suatu apabila guru lagi capai ataupun bosan, dan juga masih banyak lagi.
syeikh azzarnuji menuliskan, salah satu ketentuan sukses menuntut ilmu merupakan memperoleh keridhaan guru. kiai hasyim merupakan contoh santri yang sukses memperoleh ridha kiai, sampai - sampai jadi orang besar.
belum lama ini warga menyoroti kepala universal majelis ulama indonesia (mui) kiai maruf amin. alim (orang berilmu) asal banten ini dihardik dalam suatu sidang.
tidak cuma itu, kehidupan individu kiai maruf terpaut pendamping hidupnya, pernah jadi isu di media sosial (medsos). banyak pengguna medsos menjadikan isu ini bagaikan pembicaraan buat merendahkan kiai maruf.
aku mengkhawatirkan, peristiwa tersebut jadi ciri warga saat ini ini tidak dapat menghormati ulama. mereka terasa terdapat figur yang lebih terhormat, beruang, dan juga berjabatan besar, sampai - sampai tidak butuh lagi menghormati ulama.
karna tidak butuh dihormati, terdapat yang terasa tidak butuh lagi meningkatkan gelar kiai, ustaz, habib, saat sebelum menuliskan nama ulama. tidak heran apabila akhir - akhir ini, sebagian media massa tidak mengatakan kiai kala menuliskan nama kiai maruf amin. perihal yang sama pula terjalin kala menuliskan nama habib rizieq shihab dan juga ustaz bachtiar nasir. entah apa sebab di balik itu seluruh.
tidak terdapat salahnya warga modern belajar dari pendahulu. pembelajaran serupa itu menggambarkan penggalan dari sejarah. sejarawan ibnu khaldun menuliskan dalam mukaddimahnya, sejarah tidak cuma cerita masa kemudian. di dalamnya terdapat perumpamaan, pengalaman, dan juga hikmah, buat jadi pelajaran warga dikala ini.
sejarah telah menjadikan islam belajar dari peradaban terdahulu, sampai - sampai jadi besar pada abad kedelapan masehi. sejarah membikin indonesia bergairah buat lepas dari penjajahan, sampai - sampai merdeka pada 1945.
tidak terdapat salahnya warga saat ini ini berulang menekuni sejarah, di antara lain tentang ekspedisi hidup mbah hasyim. salah satu tujuannya merupakan supaya berguna dan juga tidak kualat kepada ulama, kiai, ustaz, ataupun guru, yang telah mencerdaskan banyak orang. ayo bersama belajar.
oleh: wartawan republika, erdy nasrul
(sumber: http:// www. republika. co. id/berita/kolom/fokus/17/02/02/okqrlh282-alasan-mengapa-kita-perlu-menghormati-kiai )


