-->

Pentingnya Menafkahi Keluarga Dengan Rezeki Halal

Seseorang mukmin amat paham gimana menafkahi keluarganya. ialah dengan mencari rejeki yang halal dan juga menghindari cara - cara haram, maupun syubhat

tujuan utama seseorang mukmin dalam mencari nafkah merupakan mencari ridho allah subhanahu wa ta’ala, seperti itu sebabnya rejeki halal buat keluarga jadi hasil yang diharapkan.

allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“dan carilah (kebahagiaan) negara akhirat, pada apa yang telah dianugerahkan allah kepadamu. dan juga janganlah kalian melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan juga berbuat baiklah (ihsan) kepada teman sebagaimana allah telah berbuat baik kepadamu. dan juga janganlah kalian berbuat kehancuran di (wajah) bumi. sebetulnya allah tidak menggemari orang - orang yang berbuat kehancuran. ” (qs. al - qashash: 77)

dalam tafsir angkatan laut (AL) qurthubi, qatadah rahimahullah menarangkan kalau yang diartikan kalimat “janganlah kalian melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi” yakni rezeki yang halal. allah memerintahkan manusia secara jelas dalam ayat tersebut buat mencari rezeki yang halal yang mana perihal tersebut menggambarkan penggalan dari kebahagiaan di dunia.

berbuat ihsan (berbuat baik) kepada allah subhanahu wa ta’ala pula kepada makhluk - nya menggambarkan yang diperintahkan pula dalam ayat tersebut buat mewujudkan kebahagiaan dunia akhirat berbentuk rezeki yang halal dan juga pahala besar di akhirat.

dari teman jabir radhiallahu anhu, rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“wahai manusia, bertakwalah kamu kepada allah, perbaguslah dalam mencari (rezeki). karna bukanlah jiwa hendak mati hingga terpenuhinya rezekinya, meski lelet. ” (hr. ibnu majah)

dalam hadits lain dipaparkan,

“dari abdullah bin mas’ud radhiallahu anhu, rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menegaskan, ‘apabila rezeki lelet untuk kamu hingga jangan mencarinya dengan trik bermaksiat kepada allah. karna keutamaan - nya tidak hendak didapat dengan kemaksiatan terhadap - nya” (hr. angkatan laut (AL) hakim)

2 hadits tersebut menyarankan terlebih lagi memerintahkan manusia buat mencari rejeki dengan trik yang makruf. berapa juga jumlahnya, banyak ataukah sedikit, bila seseorang mukmin percaya perihal seperti itu yang sudah allah subhanahu wa ta’ala takarkan untuknya hingga jiwa hendak senantiasa tenang.

bila rezeki yang didapat dirasa banyak, bersyukurlah dengan memakainya di jalur allah dan juga menyedekahkannya kepada yang berhak menerimanya, bila dirasa sedikit yang didapat hingga tengoklah mereka yang keadaan perekonomiannya lebih susah.

karena, masih banyak perihal yang pantas disyukuri antara lain kenikmatan waktu pula kesehatan yang dengan keduanya menjadikan tiap orang mampu berupaya menjemput lagi rezeki halal yang telah allah subhanahu wa ta’ala sajikan.

berarti diingat, harta yang didapat dengan trik munkar, tidak hendak bawa keberkahan, terlebih lagi dengan trik yang munkar tersebut mampu menimbulkan tertolaknya doa.

lebih dari itu, harta haram dapat jadi karena diharamkannya jasad yang memakannya buat masuk ke dalam surga. sebagaimana sabda rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam,

“tidak hendak masuk surga, jasad yang ditumbuhkan dari santapan yang haram. ” (hr. abu ya’la angkatan laut (AL) bazar)

buat itu amat diharuskan mencari rezeki dengan trik yang halal dan juga menghindari trik yang haram. mudah - mudahan dengan itu allah membagikan kecukupan pada ma’isyah (penghidupan) dan juga tiap mukmin sanggup menyukurinya sampai - sampai kita tercantum kalangan orang - orang yang bertaqwa.






( sumber: suara - islam. com )
Back To Top