Sudah dikenal kalau riba merupakan dosa yang amat besar, dimana bagai seorang yang benar mash belum tersadar hendak bahayanya dosa tersebut, hingga sepenggal cerita berikut ini dapat jadi titik balik kehidupan yang sanggup membikin siapapun berpikir 2 kali buat menebar perihal kurang baik tersebut. cerita dari seorang yang hebat, dimana sanggup bertahan dan juga kesimpulannya keluar dari lubang kelam tersebut buat menggapai ridha allah swt yang hakiki.
aku merupakan penebar riba, aku bujuk orang - orang yang memiliki usaha buat berhutang dengan bunga sekian persen di bank bumn tempat aku bekerja. aku tipu mereka dengan mengatakan kalau bunga pertahun cuma sekian persen namun aku arahkan mereka buat mengambil hutang lebih dari setahun, sampai - sampai pemasukan bunga jadi lebih besar.
sasaran aku terlewat, aku jadi prajurit tersadu. dan juga aku jadi ujung tombak industri yang lihai dalam memasarkan kredit. ya, aku merupakan salah satu dari sekian banyak prajurit di bank bumn dengan peninggalan terbanyak. sayalah salah satu dari sekian banyak pasukan penebar riba yang tiap mendekati akhir bulan senantiasa berwajah tegang dan juga menakutkan, kembali kira - kira tengah malam buat menagih bunga buat industri yang dipinjam para nasabah.
aku congkak dan juga sombong, menagih mereka dengan trik kasar
“wahai para nasabah bayarlah bunga kamu! apabila tidak, bangunan kamu aku lelang! bila kamu tidak terima, panggilah lsm, gugatlah industri aku hingga industri aku hendak mengirimkan perwakilannya buat tiba ke majelis hukum buat mengalami gugatan kamu! ” ucap aku tiap kali menagih mereka yang tidak ingin bayar. ya aku congkak dan juga sombong!
gimana aku tidak sombong? bekerja di bank bumn merupakan cita - cita aku. lihatlah! pakaian aku apik dengan merek populer, aku berdasi, aku naik mobil, siapa yang tidak suka dengan keadaan elegan serupa ini? seperti itu aku.
saat sebelum ditampar oleh allah
7 tahun aku bekerja di bank bumn. hingga pada saatnya allah menampar aku. tamparan kesatu merupakan kala kekayaan aku dihilangkan oleh allah, dengan trik aku wajib menanggung hutang salah satu pihak keluarga aku yang terancam dipenjara apabila tidak terselesaikan dikala itu pula,
lihatlah! tidak lebih dari 4 jam seluruh kendaraan aku, perhiasan istri aku, raib aku jual buat menuntaskan hutang piutang tersebut. jadilah aku dikala itu seseorang bankers yang cuma memiliki motor inventaris kantor. belum genap satu bulan lalu, tamparan ke 2 terjalin!
anak aku wajib menginap di rumah sakit lebih dari 2 minggu, 2 minggu lalu sehabis anak aku keluar dokter rumah sakit, nyatanya allah belum mengijinkan anak aku sehat, anak aku wajib di rawat inap lagi di rumah sakit. apakah tuntas hingga disana? tidak!
tamparan ke 3 tiba tanpa diprediksi penyakit dihadirkan oleh allah kepada istri aku yang wajib menempuh perawatan di rumah sakit sepanjang satu minggu. apa ini ya allah? seketika serupa seluruh permasalahan mengenai aku. bukan cuma aku namun kepada istri dan juga anak pula.
aku berpikir apa yang salah? apa yang telah aku jalani?
aku sholat 5 waktu, aku puasa senin kamis, aku tahajud, aku duha, aku sedekah. apa yang salah ya allah? di tiap sholat aku senantiasa meneteskan air mata menanyakan kepada allah apa yang mengenai aku dan juga keluarga?
hingga pada sesuatu waktu aku mulai menyadari, aku mulai belajar dan juga belajar, kalau apa yang aku jalani buat menafkahi keluarga sepanjang ini dilarang oleh allah subhanahu wa ta’alla, pekerjaan aku merupakan pekerjaan yang dilaknat allah, dan juga itu terdapat di dalam al - quran. kemana aja aku sepanjang ini? aku cemas dengan azab dunia akhirat yang hendak aku terima. aku tidak ketahui kapan aku wafat.
aku wajib resign!
aku wajib keluar dari pekerjaan ini. tetapi gimana bila aku keluar? keluarga aku makan apa?
hutang kpr dan juga softloan aku bayar pake apa? pikiran - pikiran tersebut amat membayang - bayangi aku. dalam suatu kajian aku mendengar ustad berkata sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disebutkan oleh salah seseorang teman, yang maksudnya :
“sesungguhnya bila engkau meninggalkan suatu karna allah, tentu allah hendak berikan ubah padamu dengan yang lebih baik, ” (hr. ahmad 5: 363).
dari sana tekad aku terus menjadi membara buat lekas keluar dari bank tenpat aku bekerja, aku percaya allah menjamin rejeki aku, istri dan juga anak aku. gimana dengan hutang - hutang aku? aku wajib menjual salah satunya peninggalan aku yg tersisa ialah rumah yang aku tinggali.
berikutnya yang terpikirkan oleh aku merupakan lekas memasang iklan di salah satu jasa iklan online, dengan harapan lekas laku terjual dan juga hutang lunas. satu bulan lalu sehabis aku memasang iklan “rumah dijual” tanpa terdapat yang menawar, tanpa terdapat yang memandang. otak dan juga hati terus menjadi galau, kemauan resign amat kokoh. tetapi terkendala oleh hutang - hutang yang wajib dilunasi.
aku senantiasa bekerja dengan seperempat hati. bulan maret 2016 aku di berangkatkan ke bali karna menemukan penghargaan merendahkan npl di thn 2015. setiba berulang di kantor, jatah peningkatan grade dan juga honor mulai disodorkan kepada aku. alhamdulillah aku tolak dengan halus, karna tentu hendak lebih banyak dosa yang aku tumpuk.
waktu berjalan dengan kilat. kala aku berkunjung ke tempat kawan lama aku, ia mengantarkan kalau aku wajib beribadah dan juga berdoa lebih keras dibanding dengan kerasnya aku beribadah dikala mengharapkan diterima di bank tempat aku bekerja.
sejak itu tiap hari aku bangun antara jam 02. 30 hingga dengan jam 03. 00 pagi. aku langsung mandi, setelah itu aku jalani sholat taubat, sholat hajat, sholat tahajud, sholat witir dan juga aku tutup dengan berdzikir panjang hingga dengan masuk shubuh. saat sebelum shubuh aku sudah berjalan ke masjid buat adzan dan juga berjamaah, sepulang dari masjid aku baca al - quran dan juga maksudnya minimun 10 ayat. begitu pula dengan sholat harus yang yang lain, tidak terdapat kata tidak berjamaah di masjid.
aku merupakan penebar riba, aku bujuk orang - orang yang memiliki usaha buat berhutang dengan bunga sekian persen di bank bumn tempat aku bekerja. aku tipu mereka dengan mengatakan kalau bunga pertahun cuma sekian persen namun aku arahkan mereka buat mengambil hutang lebih dari setahun, sampai - sampai pemasukan bunga jadi lebih besar.
sasaran aku terlewat, aku jadi prajurit tersadu. dan juga aku jadi ujung tombak industri yang lihai dalam memasarkan kredit. ya, aku merupakan salah satu dari sekian banyak prajurit di bank bumn dengan peninggalan terbanyak. sayalah salah satu dari sekian banyak pasukan penebar riba yang tiap mendekati akhir bulan senantiasa berwajah tegang dan juga menakutkan, kembali kira - kira tengah malam buat menagih bunga buat industri yang dipinjam para nasabah.
aku congkak dan juga sombong, menagih mereka dengan trik kasar
“wahai para nasabah bayarlah bunga kamu! apabila tidak, bangunan kamu aku lelang! bila kamu tidak terima, panggilah lsm, gugatlah industri aku hingga industri aku hendak mengirimkan perwakilannya buat tiba ke majelis hukum buat mengalami gugatan kamu! ” ucap aku tiap kali menagih mereka yang tidak ingin bayar. ya aku congkak dan juga sombong!
gimana aku tidak sombong? bekerja di bank bumn merupakan cita - cita aku. lihatlah! pakaian aku apik dengan merek populer, aku berdasi, aku naik mobil, siapa yang tidak suka dengan keadaan elegan serupa ini? seperti itu aku.
saat sebelum ditampar oleh allah
7 tahun aku bekerja di bank bumn. hingga pada saatnya allah menampar aku. tamparan kesatu merupakan kala kekayaan aku dihilangkan oleh allah, dengan trik aku wajib menanggung hutang salah satu pihak keluarga aku yang terancam dipenjara apabila tidak terselesaikan dikala itu pula,
lihatlah! tidak lebih dari 4 jam seluruh kendaraan aku, perhiasan istri aku, raib aku jual buat menuntaskan hutang piutang tersebut. jadilah aku dikala itu seseorang bankers yang cuma memiliki motor inventaris kantor. belum genap satu bulan lalu, tamparan ke 2 terjalin!
anak aku wajib menginap di rumah sakit lebih dari 2 minggu, 2 minggu lalu sehabis anak aku keluar dokter rumah sakit, nyatanya allah belum mengijinkan anak aku sehat, anak aku wajib di rawat inap lagi di rumah sakit. apakah tuntas hingga disana? tidak!
tamparan ke 3 tiba tanpa diprediksi penyakit dihadirkan oleh allah kepada istri aku yang wajib menempuh perawatan di rumah sakit sepanjang satu minggu. apa ini ya allah? seketika serupa seluruh permasalahan mengenai aku. bukan cuma aku namun kepada istri dan juga anak pula.
aku berpikir apa yang salah? apa yang telah aku jalani?
aku sholat 5 waktu, aku puasa senin kamis, aku tahajud, aku duha, aku sedekah. apa yang salah ya allah? di tiap sholat aku senantiasa meneteskan air mata menanyakan kepada allah apa yang mengenai aku dan juga keluarga?
hingga pada sesuatu waktu aku mulai menyadari, aku mulai belajar dan juga belajar, kalau apa yang aku jalani buat menafkahi keluarga sepanjang ini dilarang oleh allah subhanahu wa ta’alla, pekerjaan aku merupakan pekerjaan yang dilaknat allah, dan juga itu terdapat di dalam al - quran. kemana aja aku sepanjang ini? aku cemas dengan azab dunia akhirat yang hendak aku terima. aku tidak ketahui kapan aku wafat.
aku wajib resign!
aku wajib keluar dari pekerjaan ini. tetapi gimana bila aku keluar? keluarga aku makan apa?
hutang kpr dan juga softloan aku bayar pake apa? pikiran - pikiran tersebut amat membayang - bayangi aku. dalam suatu kajian aku mendengar ustad berkata sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disebutkan oleh salah seseorang teman, yang maksudnya :
“sesungguhnya bila engkau meninggalkan suatu karna allah, tentu allah hendak berikan ubah padamu dengan yang lebih baik, ” (hr. ahmad 5: 363).
dari sana tekad aku terus menjadi membara buat lekas keluar dari bank tenpat aku bekerja, aku percaya allah menjamin rejeki aku, istri dan juga anak aku. gimana dengan hutang - hutang aku? aku wajib menjual salah satunya peninggalan aku yg tersisa ialah rumah yang aku tinggali.
berikutnya yang terpikirkan oleh aku merupakan lekas memasang iklan di salah satu jasa iklan online, dengan harapan lekas laku terjual dan juga hutang lunas. satu bulan lalu sehabis aku memasang iklan “rumah dijual” tanpa terdapat yang menawar, tanpa terdapat yang memandang. otak dan juga hati terus menjadi galau, kemauan resign amat kokoh. tetapi terkendala oleh hutang - hutang yang wajib dilunasi.
aku senantiasa bekerja dengan seperempat hati. bulan maret 2016 aku di berangkatkan ke bali karna menemukan penghargaan merendahkan npl di thn 2015. setiba berulang di kantor, jatah peningkatan grade dan juga honor mulai disodorkan kepada aku. alhamdulillah aku tolak dengan halus, karna tentu hendak lebih banyak dosa yang aku tumpuk.
waktu berjalan dengan kilat. kala aku berkunjung ke tempat kawan lama aku, ia mengantarkan kalau aku wajib beribadah dan juga berdoa lebih keras dibanding dengan kerasnya aku beribadah dikala mengharapkan diterima di bank tempat aku bekerja.
sejak itu tiap hari aku bangun antara jam 02. 30 hingga dengan jam 03. 00 pagi. aku langsung mandi, setelah itu aku jalani sholat taubat, sholat hajat, sholat tahajud, sholat witir dan juga aku tutup dengan berdzikir panjang hingga dengan masuk shubuh. saat sebelum shubuh aku sudah berjalan ke masjid buat adzan dan juga berjamaah, sepulang dari masjid aku baca al - quran dan juga maksudnya minimun 10 ayat. begitu pula dengan sholat harus yang yang lain, tidak terdapat kata tidak berjamaah di masjid.
sunnah aku tegakkan, terlebih lagi aku sempat berdebat sengit dengan pimpinan aku karna jenggot yang aku pelihara dan juga meninggalkan rapat dikala adzan berkumandang. kurang lebih 3 bulan aku melaksanakan seluruh itu tanpa putus. aku berdoa meminta supaya allah membagikan aku kemudahan, membagikan aku jalur keluar dari apa yang lagi aku hadapi..
bulan agustus 2016 doa aku dijawab oleh allah, dikirimkanlah orang yang amat luar biasa dari jakarta. dia memandang iklan dan juga menghubungi aku.. tanpa meninjau langsung posisi cuma bersumber pada photo di iklan aja, ia melaporkan berminat dan juga ingin membeli rumah aku.
alhamdulillah proses pelunasan kpr dan juga seluruh hutang aku jalani dari hasil rumah tersebut, hutang aku seluruh lunas! keesokan harinya 24 agustus 2016, tulisan resign aku ajukan. alhamdulillah satu oktober 2016, menggambarkan prestasi tersadu aku di bank tersebut, ialah resign.
dikala ini aku tinggal di rumah tanpa riba, terbebas dari seluruh tipe hutang. dan juga hidup bagaikan seseorang orang dagang brownies. ya, pekerjaan aku dikala ini merupakan orang dagang brownies, aku buat seorang diri berbarengan istri dan juga aku pasarkan seorang diri, lebih tenang, lebih halal, sekedar cuma mengharapkan berkah dan juga ridho allah subhanahu wa ta’alla. (sumber: diambil dari tulisan prasetyo budi widodo).
(sumber: http:// yesmuslim. blogspot. co. id/2017/04/saya-si-penebar-riba-ujung-tombak. html )



