Semenjak memutuskan buat masuk islam, herman halim mengaku senantiasa merasakan kedamaian. terlebih dikala hari raya idulfitri datang dan juga berposisi di dalam masjid berbarengan ribuan jamaah yang berbaris dalam shaf yang sama.
“di masjid, kita tidak dapat membedakan mana yang kaya dan juga mana miskin. seluruhnya sama. itu yang membikin ketebalan iman aku kian meningkat, ” ucap kepala perhimpunan bank nasional (perbanas) jawa timur itu.
untuk seseorang mualaf menempuh ibadah puasa benar merasa berat. terlebih ibadah yang dijalani di bulan suci ini, puasa tidak cuma semata - mata menahan haus dan juga dahaga tetapi pula melindungi diri, kesabaran, emosi dan juga sebagainya.
lazimnya mualaf tidak kokoh mengalami demikian. serupa yang dirasakan mualaf satu ini, herman halim.
kala ditanya kenangannya dalam menempuh puasa, laki - laki 63 itu tersipu malu. gimana tidak, di tahun kesatu ia menempuh ramadan sehabis mengucapkan 2 kalimat syahadat dia mengaku cuma mampu berpuasa di 7 hari dini aja.
selanjutnya, dia menyerah karna terasa berat menyelesaikan puasanya. bagi herman, banyak aspek yang buatnya tidak kokoh melangsungkan rukun islam keempat itu.
mulai dari kesusahan menahan dahaga, sampai menahan emosi yang kerap kali tibatiba meledak. perihal itu dipicu oleh ketidakbiasaannya menahan lapar dan juga dahaga di tengah hari.
terlebih, beban kerja kadangkala sangat menumpuk yang menyita banyak benak. maklum, dikala itu umurnya 51 tahun di momen ramadan pertamanya tersebut.
bagaikan mualaf, herman halim formal memeluk islam pada tahun 2004. kala itu, umurnya sudah 50 tahun. tetapi belum genap setahun jadi muslim, laki - laki asli surabaya ini sudah wajib berjumpa bulan ramadan.
ramadan tahun 2005 jadi momen puasa perdananya. herman mengaku, minggu kesatu berpuasa mampu dilalui dengan baik.
dia sukses lewat dengan lembut walaupun wajib tertatihtatih menahan lapar dan juga dahaga. tetapi, kekacauan tiba pada minggu kedua.
“saya sudah mulai tidak kokoh, paling utama menahan haus. bahwa menahan lapar sih, masih oke. tetapi bahwa disuruh nahan haus, aku angkat tangan, ” bebernya yang dikutip radar surabaya (jawa pos group) , jumat (17/6).
kendati terasa berat, ayah 2 anak ini tidak ingin menyerah begitu aja. ia terus berupaya berpuasa walaupun terasa berat. sayangnya di dikala pribadinya tidak mau menyerah, cobaan malah tiba. salah satunya merupakan dikala berkunjung ke rumah seseorang nasabah.
“saya ingat betul, hari itu sudah aku niatkan buat puasa. aku sudah mantap. namun dikala berkunjung ke rumah seseorang nasabah, mereka menyuguhi aku dengan segelas minuman dingin. tanpa basa basi, aku langsung seruput aja minumannya. sehabis habis, eh, baru nyadar bahwa aku hari itu lagi puasa, ” ucapnya sambil terbahak bahak.
tidak hanya susah menahan haus, herman mengaku pula susah buat meredam amarah. dia berujar bila emosinya kerap meledak ledak dikala menempuh puasa di ramadan pertamanya itu.
“saya marah itu bukan karna apaapa. aku dikala itu kian kilat emosi karna tidak kokoh nahan lapar dan juga haus. terlebih pekerjaan menumpuk. jadinya, aku kerap marahmarah. makanya, puasa aku kacau di ramadan kesatu, ” katanya.
tetapi, perihal itu tidak terulang di ramadan keduanya di tahun 2006. herman sukses menempuh ibadah puasanya secara penuh.
dikala itu, tidak hanya ilmu agama yang didapatnya sudah mumpuni, dia menyebut ilmu nekat pula berjasa atas keberhasilannya lewat puasa ramadan.
“waktu itu, aku puasa cuma modal nekat. nekat tidak makan, nekat tidak minum. aku malu kepada si pencipta bahwa puasa aku berhamburan lagi. dan juga, alhamdulillah, nyatanya sukses. aku sukses melangsungkan puasa sebulan penuh, ” terangnya.
pada dikala seperti itu, herman baru merasakan hikmah puasa. dia terasa puasa membikin mentalnya kian bagus. kesabarannya pula kian bertambah. puasa pula mengajarkannya hendak kerasa syukur atas seluruh kelebihan yang telah dikasih oleh si pencipta.
“hal itu membikin ketebalan iman aku ini kian bertambahtambah, ” ucap laki - laki kelahiran surabaya, 14 agustus 1953 ini.
keberhasilan herman berpuasa di tahun kedua dan juga merasakan kedamaian sehabis memeluk islam, kesimpulannya si istri, lina halim, juga menjajaki sangat jarang herman jadi mualaf pada 2008.
( sumber: jatengpos. co. id )
“di masjid, kita tidak dapat membedakan mana yang kaya dan juga mana miskin. seluruhnya sama. itu yang membikin ketebalan iman aku kian meningkat, ” ucap kepala perhimpunan bank nasional (perbanas) jawa timur itu.
untuk seseorang mualaf menempuh ibadah puasa benar merasa berat. terlebih ibadah yang dijalani di bulan suci ini, puasa tidak cuma semata - mata menahan haus dan juga dahaga tetapi pula melindungi diri, kesabaran, emosi dan juga sebagainya.
lazimnya mualaf tidak kokoh mengalami demikian. serupa yang dirasakan mualaf satu ini, herman halim.
kala ditanya kenangannya dalam menempuh puasa, laki - laki 63 itu tersipu malu. gimana tidak, di tahun kesatu ia menempuh ramadan sehabis mengucapkan 2 kalimat syahadat dia mengaku cuma mampu berpuasa di 7 hari dini aja.
selanjutnya, dia menyerah karna terasa berat menyelesaikan puasanya. bagi herman, banyak aspek yang buatnya tidak kokoh melangsungkan rukun islam keempat itu.
mulai dari kesusahan menahan dahaga, sampai menahan emosi yang kerap kali tibatiba meledak. perihal itu dipicu oleh ketidakbiasaannya menahan lapar dan juga dahaga di tengah hari.
terlebih, beban kerja kadangkala sangat menumpuk yang menyita banyak benak. maklum, dikala itu umurnya 51 tahun di momen ramadan pertamanya tersebut.
bagaikan mualaf, herman halim formal memeluk islam pada tahun 2004. kala itu, umurnya sudah 50 tahun. tetapi belum genap setahun jadi muslim, laki - laki asli surabaya ini sudah wajib berjumpa bulan ramadan.
ramadan tahun 2005 jadi momen puasa perdananya. herman mengaku, minggu kesatu berpuasa mampu dilalui dengan baik.
dia sukses lewat dengan lembut walaupun wajib tertatihtatih menahan lapar dan juga dahaga. tetapi, kekacauan tiba pada minggu kedua.
“saya sudah mulai tidak kokoh, paling utama menahan haus. bahwa menahan lapar sih, masih oke. tetapi bahwa disuruh nahan haus, aku angkat tangan, ” bebernya yang dikutip radar surabaya (jawa pos group) , jumat (17/6).
kendati terasa berat, ayah 2 anak ini tidak ingin menyerah begitu aja. ia terus berupaya berpuasa walaupun terasa berat. sayangnya di dikala pribadinya tidak mau menyerah, cobaan malah tiba. salah satunya merupakan dikala berkunjung ke rumah seseorang nasabah.
“saya ingat betul, hari itu sudah aku niatkan buat puasa. aku sudah mantap. namun dikala berkunjung ke rumah seseorang nasabah, mereka menyuguhi aku dengan segelas minuman dingin. tanpa basa basi, aku langsung seruput aja minumannya. sehabis habis, eh, baru nyadar bahwa aku hari itu lagi puasa, ” ucapnya sambil terbahak bahak.
tidak hanya susah menahan haus, herman mengaku pula susah buat meredam amarah. dia berujar bila emosinya kerap meledak ledak dikala menempuh puasa di ramadan pertamanya itu.
“saya marah itu bukan karna apaapa. aku dikala itu kian kilat emosi karna tidak kokoh nahan lapar dan juga haus. terlebih pekerjaan menumpuk. jadinya, aku kerap marahmarah. makanya, puasa aku kacau di ramadan kesatu, ” katanya.
tetapi, perihal itu tidak terulang di ramadan keduanya di tahun 2006. herman sukses menempuh ibadah puasanya secara penuh.
dikala itu, tidak hanya ilmu agama yang didapatnya sudah mumpuni, dia menyebut ilmu nekat pula berjasa atas keberhasilannya lewat puasa ramadan.
“waktu itu, aku puasa cuma modal nekat. nekat tidak makan, nekat tidak minum. aku malu kepada si pencipta bahwa puasa aku berhamburan lagi. dan juga, alhamdulillah, nyatanya sukses. aku sukses melangsungkan puasa sebulan penuh, ” terangnya.
pada dikala seperti itu, herman baru merasakan hikmah puasa. dia terasa puasa membikin mentalnya kian bagus. kesabarannya pula kian bertambah. puasa pula mengajarkannya hendak kerasa syukur atas seluruh kelebihan yang telah dikasih oleh si pencipta.
“hal itu membikin ketebalan iman aku ini kian bertambahtambah, ” ucap laki - laki kelahiran surabaya, 14 agustus 1953 ini.
keberhasilan herman berpuasa di tahun kedua dan juga merasakan kedamaian sehabis memeluk islam, kesimpulannya si istri, lina halim, juga menjajaki sangat jarang herman jadi mualaf pada 2008.
( sumber: jatengpos. co. id )


